Polda Riau Resmi Buka Pelatihan Surveilans dan IT 2025: Kapolda Tekankan Pentingnya Kecerdasan Teknologi dan Ketahanan Mental Personel
Polda Riau Resmi Buka Pelatihan Surveilans dan IT 2025: Kapolda Tekankan Pentingnya Kecerdasan Teknologi dan Ketahanan Mental Personel

Polda Riau menggelar Pembukaan Pelatihan Surveilans dan Teknologi Informasi Tahun 2025 pada Senin (1/12/2025) sekitar pukul 11.30 WIB di 91 Media Center Bid Humas Polda Riau. Kegiatan strategis ini dihadiri Kapolda Riau, Wakapolda, para pejabat utama, serta instruktur dari Densus 88 AT Polri dan Polda Metro Jaya.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata peningkatan kemampuan personel menghadapi pola kejahatan yang semakin kompleks di era digital.

Sebanyak 10 instruktur dihadirkan, termasuk Kompol Dwi Putra Santoso dari Densus 88 AT Polri serta beberapa Katim Idensos Satgaswil di berbagai daerah. Mereka akan memberikan materi mulai dari teknik surveilans, kontra-surveilans, hingga penguasaan perangkat teknologi investigatif seperti digital forensik, tracking komunikasi, analisis BTS, serta pemanfaatan database kepolisian.

Hadir pula Pejabat Utama Polda Riau, antara lain Dirintelkam, Dirreskrimum, Dirresnarkoba, Kabid Propam, Kabid TIK, dan Karo SDM, yang menunjukkan kuatnya dukungan internal terhadap pelatihan ini.

Kapolda Riau: “Kejahatan Bertransformasi—Kemampuan Kita Harus Melampauinya”

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah pola kejahatan secara signifikan. Kejahatan modern tidak lagi konvensional, melainkan kompleks dan membutuhkan keahlian khusus untuk diungkap.

“Pelatihan ini sangat penting. Kejahatan kini bergerak dengan skema yang lebih rumit, dan kemampuan kita harus berkembang mengikuti dinamika tersebut,” tegas Kapolda.

jelaskan bahwa surveilans bukan hanya soal teknik membuntuti target tanpa terdeteksi, tetapi juga membutuhkan ketahanan mental, ketelitian, serta kemampuan membaca jaringan dan pergerakan target.

Kapolda juga mengingatkan bahwa penguasaan teknologi hanyalah satu aspek. Intelijen lapangan tetap membutuhkan penguatan human intel, tekno intel, serta pemahaman proses non-projustisia sebelum sebuah perkara naik ke penyidikan.

Pesan Kapolda: “Jangan Ketahuan, Jangan Kaku, Jangan ‘Siap Komandan’ Saat Menyamar”

Dalam arahannya, Kapolda menyampaikan teknis lapangan secara lugas. Ia menekankan pentingnya pemahaman kontra-surveilans dan kemampuan menyamar secara natural.

“Hindari kebiasaan yang langsung menunjukkan identitas sebagai polisi, misalnya menjawab telepon dengan ‘Siap Komandan’ ketika sedang menyamar. Gunakan panggilan yang natural sesuai lingkungan,” ujarnya.

Ia juga meminta para peserta memanfaatkan waktu pelatihan untuk berdiskusi dan bertanya kepada instruktur, terutama menjelang praktik lapangan yang akan menggunakan mobil atau sepeda motor.

Pelatihan Surveilans dan IT Polda Riau Tahun 2025 ini diharapkan mampu mencetak personel yang lebih terlatih, adaptif, dan cakap menghadapi tantangan kejahatan modern di wilayah Riau maupun nasional.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya