Polda Riau Sosialisasikan Program Unggulan Green Policing di Institut Az-Zuhra Pekanbaru
Polda Riau Sosialisasikan Program Unggulan Green Policing di Institut Az-Zuhra Pekanbaru
Polda Riau kembali memperluas edukasi publik terkait program unggulan Green Policing melalui kegiatan sosialisasi yang digelar pada Rabu, 26 November 2025, bertempat di Institut Az-Zuhra Pekanbaru. Acara yang dimulai pukul 13.30 WIB tersebut menghadirkan Dir Pamobvit Polda Riau sebagai narasumber utama, serta diikuti jajaran pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa.
Kehadiran jajaran Institut Az-Zuhra meliputi Rektor ZUL AFWAN, S.Kom., M.Kom., Wakil Rektor SARIATI, M.A., Kepala Kemahasiswaan FAUZAN AZMI, M.M., Wakil Rektor Bidang Non Akademik SYARFI AZIZ, M.Kom., serta para dosen dari berbagai fakultas.
Acara berlangsung dengan susunan kegiatan formal, dimulai dari pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa, menyanyikan Lagu Indonesia Raya, hingga sambutan Rektor Institut Az-Zuhra. Pada sesi utama, Dir Pamobvit Polda Riau memaparkan secara komprehensif arah kebijakan Green Policing yang menjadi fokus Kapolda Riau.
Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa Kapolda Riau memiliki pendekatan berbeda dibandingkan pendahulunya, dengan menempatkan isu lingkungan sebagai prioritas penanganan keamanan. Menurutnya, permasalahan terbesar yang dihadapi Provinsi Riau ialah kerusakan lingkungan dan kebakaran hutan, sehingga lahirlah konsep Green Police—yakni model kepolisian yang menitikberatkan pada pemulihan lingkungan hidup.
Lebih jauh, Kapolda Riau juga menunjukkan kepedulian mendalam terhadap satwa liar, khususnya gajah di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN). Ia bahkan mengangkat dua ekor gajah, Tomang dan Tari, sebagai anak angkat. Meski salah satunya kini telah mati karena sakit, perhatian tersebut menunjukkan bahwa peran kepolisian bukan sebatas penegakan hukum, melainkan juga perlindungan ekosistem dan makhluk hidup.
Dir Pamobvit mengungkapkan kondisi krisis lingkungan di Riau berdasarkan data terbaru: hutan telah berkurang 74,5 persen atau sekitar 5,4 juta hektare, menyisakan hanya 1,44 juta hektare kawasan berhutan. Penyebab utama kerusakan ini mencakup ekspansi tambang, pembangunan infrastruktur, dan perluasan perkebunan sawit. Selain itu, pencemaran sungai di beberapa wilayah, termasuk Kuansing, turut menjadi perhatian sehingga pejabat utama Polda Riau turun langsung menangani tambang ilegal dan kasus pembuangan limbah.
Program Green Policing juga diwujudkan melalui penanaman pohon dan mangrove secara masif. Lebih dari 30 kampus telah terlibat, dengan target mencapai 60 kampus. Para kepala daerah, akademisi, hingga ribuan mahasiswa turut ambil bagian dalam kegiatan Jambore Green Police dan gerakan menanam pohon. Hingga kini, sekitar 23 ribu pohon telah ditanam dan terus bertambah, termasuk 10 pohon yang ditanam secara simbolis pada kegiatan hari ini.
Tak hanya fokus pada lingkungan, Kapolda Riau juga menguatkan aspek keamanan publik. Melalui pembentukan Tim Raga (Reaksi Cepat Pengamanan), unsur Brimob dan Polres melaksanakan patroli selama 24 jam untuk menekan kejahatan jalanan, geng motor, hingga pelanggaran lalu lintas. Pendekatan yang digunakan bersifat preventif dan melibatkan komunitas pemuda. Patroli dilakukan dalam dua shift: pukul 08.00–20.00 WIB dan 20.00–08.00 WIB, demi memastikan rasa aman bagi masyarakat, terutama mahasiswa dan pengguna jalan.
Selain itu, pelayanan masyarakat melalui Call Center 110 terus diperkuat dengan pelatihan intensif selama delapan bulan bagi operator serta dukungan teknologi mutakhir untuk memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara cepat dan akurat.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan penyerahan bibit pohon serta penanaman simbolis di lingkungan kampus sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan. Seluruh rangkaian acara berlangsung aman, tertib, dan mendapat apresiasi dari civitas akademika Institut Az-Zuhra.

Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya