Kapolda Riau Silaturahmi dengan LAMR, Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Kamtibmas
Kapolda Riau Silaturahmi dengan LAMR, Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Kamtibmas

 Kapolda Riau bersama sejumlah pejabat utama (PJU) Polda Riau bersilaturahmi dengan pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro Nomor 39, Pekanbaru, Senin (19/10/2026). Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kepolisian dan lembaga adat dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta melestarikan nilai-nilai budaya Melayu di Provinsi Riau.

Kedatangan Kapolda Riau disambut pengurus LAMR. Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR menyematkan tanjak kepada Kapolda Riau sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan secara adat Melayu.

Kegiatan dilanjutkan dengan pertemuan bersama Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Datuk Seri H. Taufik Ikram Jamil beserta jajaran pengurus lembaga adat dan pejabat utama Polda Riau.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menekankan pentingnya menjaga adat dan membangun adab sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai-nilai adat tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga mengandung tuntunan moral yang dapat memperkuat karakter dan perilaku masyarakat.

“Menjaga adat, membangun adab,” menjadi prinsip yang disampaikan Kapolda Riau dalam pertemuan tersebut. Ia menilai, pelestarian adat harus berjalan seiring dengan penerapan nilai-nilai kebaikan, penghormatan kepada sesama, dan kepatuhan terhadap norma yang berlaku.

Kapolda juga menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat Riau yang menjunjung tinggi adat istiadat. Ia menilai, kolaborasi antara pemangku adat dan kepolisian dapat menjadi salah satu upaya dalam menjaga ketertiban sosial, sebagaimana kerja sama antara pengamanan adat dan kepolisian di sejumlah daerah.

Menurutnya, lembaga adat memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat melalui nilai-nilai budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun. Sementara itu, Polri menjalankan tugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Kapolda menegaskan bahwa kedua peran tersebut dapat berjalan beriringan untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis. Hal ini sejalan dengan semangat Polisi Bersama Masyarakat, yang menempatkan komunikasi, kolaborasi, dan kepercayaan publik sebagai bagian penting dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain membahas pelestarian adat, Kapolda Riau turut menyoroti tantangan perkembangan teknologi dan arus informasi di era digital, khususnya bagi generasi muda. Ia mengingatkan pentingnya menjaga adab terhadap orang tua dan guru serta menyikapi informasi secara bijak agar tidak mudah terpengaruh berita bohong atau hoaks.

Kapolda mengajak pengurus LAMR untuk terus bersinergi dengan Polda Riau dalam membangun masyarakat yang beradab, menjaga nilai-nilai budaya Melayu, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang kondusif.

Ia juga berharap komunikasi dan kerja sama dengan lembaga adat dapat diperkuat hingga tingkat kabupaten dan kota, termasuk melalui jajaran kepolisian di wilayah, sehingga upaya menjaga ketertiban dan membina masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau turut memohon bimbingan dan masukan dari para tokoh adat selama menjalankan tugas di Provinsi Riau. Menurutnya, dukungan para pemangku adat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang baik antara kepolisian dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah, penyerahan cendera mata berupa buku dari LAMR kepada Kapolda Riau, serta foto bersama.

Melalui silaturahmi ini, Polda Riau berharap sinergi dengan LAMR semakin kuat dalam menjaga keamanan daerah, mempererat hubungan dengan masyarakat, dan melestarikan adat Melayu sebagai bagian dari identitas budaya Provinsi Riau.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya