Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera, Perkuat Komitmen Pelestarian Satwa dan Habitat
Kapolda Riau Resmikan Breeding Area Gajah Sumatera, Perkuat Komitmen Pelestarian Satwa dan Habitat

Kapolda Riau meresmikan Breeding Area Gajah Sumatera di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak, Rabu (12/8/2026). Peresmian yang bertepatan dengan Hari Gajah Sedunia tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat konservasi dan mendukung keberlangsungan populasi Gajah Sumatera di Provinsi Riau.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Riau, sejumlah pejabat utama Polda Riau, Kapolres Siak, jajaran Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, WWF Indonesia Wilayah Riau, serta ibu-ibu PJU Polda Riau.

Kepala BBKSDA Riau Supartono dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Kapolda Riau dan seluruh pihak dalam mewujudkan fasilitas breeding tersebut. Menurutnya, pembangunan kandang breeding merupakan bentuk nyata kepedulian bersama terhadap kelestarian satwa dilindungi, khususnya Gajah Sumatera.

“Pembangunan kandang breeding ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian satwa dilindungi, khususnya Gajah Sumatera,” ujarnya.

BBKSDA Riau mencatat sekitar 40 ekor gajah saat ini berada dalam pengelolaan dan pemantauan di sejumlah lokasi di Riau. Di PLG Minas terdapat sekitar 13–14 ekor, PLG Sebanga lima ekor, Aras Napal sekitar tiga ekor, Taman Nasional Tesso Nilo sekitar tujuh ekor, serta sejumlah ekor lainnya berada di lokasi yang dikelola pihak terkait.

Kehadiran Breeding Area di PLG Minas diharapkan memberikan ruang yang lebih memadai bagi gajah jantan dan betina untuk berinteraksi serta berkembang biak secara alami. Fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 50 x 50 meter dengan tetap memperhatikan aspek keamanan dan kesejahteraan satwa.

Selain pembangunan breeding area, BBKSDA Riau juga menyampaikan adanya kolaborasi dengan TNI, Polri dan masyarakat dalam menyiapkan lahan sekitar 2,5 hektare yang nantinya ditanami berbagai jenis pakan gajah. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung kebutuhan pakan gajah, khususnya di PLG Sebanga.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Riau menegaskan bahwa pelestarian Gajah Sumatera tidak hanya berkaitan dengan menjaga satwa, tetapi juga memastikan keberlangsungan habitatnya.

“Menjaga gajah berarti menjaga habitatnya. Menjaga habitat berarti menjaga hutan. Dan menjaga hutan berarti menjaga kehidupan manusia itu sendiri,” tegas Kapolda Riau.

Kapolda Riau menilai Gajah Sumatera merupakan bagian penting dari keseimbangan ekosistem sekaligus kekayaan alam yang menjadi identitas Provinsi Riau. Karena itu, konservasi harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari perlindungan satwa, pelestarian hutan, hingga edukasi kepada masyarakat.

Menurutnya, edukasi lingkungan kepada generasi muda merupakan investasi ekologis jangka panjang. Anak-anak perlu dikenalkan dengan satwa, diajarkan menjaga alam, menanam pohon, serta memahami pentingnya keberlanjutan lingkungan sejak dini.

Kapolda juga menekankan bahwa persoalan lingkungan memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan sosial dan keamanan masyarakat. Kerusakan habitat, hilangnya kawasan produktif, hingga konflik antara manusia dan satwa dapat menimbulkan dampak yang lebih luas apabila tidak ditangani secara bersama-sama.

“Sebagai anggota Polri, tugas kita bukan hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan sebagai bagian dari keamanan manusia dan keberlanjutan kehidupan masyarakat,” katanya.

Kapolda menambahkan, proses konservasi Gajah Sumatera membutuhkan kesabaran dan komitmen jangka panjang. Dengan masa kebuntingan gajah yang mencapai sekitar 22 bulan, hasil dari program breeding tidak dapat diukur dalam waktu singkat.

“Semoga breeding area ini dapat menjadi ruang harapan dan ruang tumbuh bagi generasi baru Gajah Sumatera,” harapnya.

Usai penyampaian sambutan, peresmian ditandai dengan pembukaan selubung papan nama Breeding Area Gajah Sumatera, dilanjutkan pengguntingan pita dan foto bersama. Kapolda Riau bersama rombongan kemudian meninjau langsung fasilitas breeding area yang telah disiapkan.

Peresmian tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara Polri, BBKSDA Riau, WWF Indonesia, TNI, pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan para pemerhati lingkungan dalam menjaga kelestarian Gajah Sumatera serta habitatnya di Provinsi Riau.

Dengan hadirnya fasilitas tersebut, diharapkan PLG Minas tidak hanya menjadi pusat pelatihan, tetapi juga menjadi ruang konservasi yang mampu mendukung lahirnya generasi baru Gajah Sumatera dan menjaga keberlangsungan ekosistem Riau untuk masa depan. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya