Peringati Hari Pohon Nasional, Polda Riau Dorong “Green Policing” Lewat Aksi Tanam Pohon
Polda Riau menggelar kegiatan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan secara serentak dalam rangka memperingati Hari Pohon Nasional

Pekanbaru - Polda Riau menggelar kegiatan penanaman pohon dan penebaran bibit ikan secara serentak dalam rangka memperingati Hari Pohon Nasional 2025, Jumat (21/11/2025). Acara yang berlangsung di kawasan Danau Khayangan, Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, itu dimulai sekitar pukul 09.30 WIB dan dihadiri berbagai unsur Forkopimda Provinsi Riau dan Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pejabat, di antaranya perwakilan Plt. Gubernur Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Pangdam XIX/TT, Danrem 031/WB, pengadilan tinggi, serta jajaran organisasi perangkat daerah Provinsi Riau. Dari unsur Forkopimda Kota Pekanbaru tampak hadir Wali Kota Pekanbaru dan sejumlah perwakilan TNI, kejaksaan, pengadilan, hingga BPBD dan dinas terkait. Selain itu, jajaran Pejabat Utama Polda Riau juga ikut memeriahkan kegiatan tersebut.

Acara dibuka dengan prosesi resmi, mulai dari pembukaan oleh MC, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hingga pembacaan doa dan pantun. Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa peringatan Hari Pohon Nasional merupakan momentum penting untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan.

Kapolda mengatakan bahwa Provinsi Riau memiliki kekayaan alam yang besar, namun juga menghadapi tantangan ekologis seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan dampak perubahan iklim. Ia mengingatkan bahwa pada 2018 Riau bahkan dikenal sebagai salah satu daerah penyumbang kabut asap. Merespons kondisi tersebut, Polda Riau menerapkan konsep Green Policing atau Pemolisian Berbasis Dampak Masalah, yaitu pendekatan kepolisian yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga pada pelestarian lingkungan.

Dalam momentum tersebut, Polda Riau menargetkan penanaman 21.000 pohon di seluruh jajaran sejak 10 November 2025. Khusus pada kegiatan puncak di Danau Khayangan, sebanyak 210 pohon—yang terdiri dari durian, mangga, matoa, dan nangka madu—ditanam secara simbolis. Selain itu, 2.100 benih ikan patin turut ditebar sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem perairan.

Kapolda Riau juga menekankan pentingnya pendekatan Pentahelix berbasis komunitas dalam kegiatan pelestarian lingkungan. Menurutnya, penanaman pohon adalah simbol keberlanjutan dan investasi ekologis jangka panjang. Ia mengajak seluruh masyarakat ikut membangun “portofolio kehidupan” sebagai rekam jejak kontribusi terhadap kelestarian alam.

Pada kesempatan itu, Kapolda menyatakan komitmen Polda Riau untuk terus mendukung upaya pelestarian lingkungan, termasuk melalui kerja sama lintas sektor dalam mencegah kerusakan alam dan mempromosikan gaya hidup ramah lingkungan.

“Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya kita mewariskan Riau yang hijau dan lestari bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemasangan topi dan kacu, tarian bumi, penyerahan bibit pohon, serta penanaman pohon dan penebaran benih ikan bersama seluruh peserta. Acara ditutup dengan sesi dialog dan penyampaian penutup oleh MC.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan aman dan terkendali.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya