Polres Rohil Gelar Simulasi Pengamanan Terpadu, Uji Kesiapan Hadapi Aksi Unjuk Rasa dan Penyerangan Mako
Polres Rohil Gelar Simulasi Pengamanan Terpadu, Uji Kesiapan Hadapi Aksi Unjuk Rasa dan Penyerangan Mako
Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan, Polres Rokan Hilir menggelar Simulasi Sistem Pengamanan Markas Komando (Sispam Mako) dan Sistem Pengamanan Kota (Sispam Kota) di halaman Mapolres Rohil, Rabu (19/11/2025). Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dan dipimpin langsung Kabag Ops Polres Rohil, Kompol Afrizal, S.H., M.Si., dengan melibatkan ratusan personel gabungan TNI–Polri serta unsur pemerintah daerah.
Hadir pula jajaran pimpinan Polda Riau, dipimpin Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, bersama sejumlah pejabat utama. Dari unsur Forkopimda, tampak Wakil Bupati Rokan Hilir, Dandim 0321/Rohil, hingga pimpinan lembaga yudikatif.
Simulasi diawali Tactical Floor Game (TFG) yang dipaparkan Kabag Ops Polres Rohil. TFG menggambarkan hubungan tata cara kerja antarfungsi teknis dalam pengamanan markas dan pengamanan kota saat terjadi unjuk rasa.

Karo Ops Polda Riau, Kombes Pol Ino Harianto, memberikan arahan mengenai SOP pengamanan, mulai dari pemeriksaan ketat pintu masuk, kesiapsiagaan personel 24 jam, pengawasan CCTV, hingga pengendalian akses satu pintu.
Arahan tersebut menegaskan bahwa keamanan markas tidak hanya bertumpu pada kekuatan fisik semata, tetapi juga pada disiplin prosedural dan kewaspadaan setiap anggota.
Pada sesi kedua, simulasi memasuki tahap penanganan penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK) yang memaksa masuk ke Mapolres dan menyerang petugas penjagaan.

Kapolres Rohil AKBP Isa Imam Syahroni, S.I.K., S.H., memerintahkan Panggilan Luar Biasa (PLB) yang ditandai bunyi lonceng dan sirene siaga.
Personel segera menempati titik pengamanan mulai dari area pagar, pos penjagaan, ruang tahanan, gudang logistik, hingga rumah dinas. Dengan perlengkapan body vest dan formasi pertahanan, simulasi menunjukkan kesiapsiagaan anggota dalam menghadapi ancaman langsung terhadap markas.Setelah situasi dinyatakan aman, dilakukan apel konsolidasi dan evaluasi menyeluruh.
Simulasi memasuki sesi ketiga melalui skenario unjuk rasa di depan Kantor DPRD Rohil. Massa awalnya menyampaikan aspirasi secara tertib mengenai isu hukum, narkotika, serta pemberantasan korupsi.
Petugas Dalmas membentuk pagar betis, sementara Polwan dari Tim Negosiator menjadi garda depan dialog humanis. Namun situasi berubah, aksi provokasi memicu dorongan, pelemparan benda, hingga pembakaran ban.
Eskalasi meningkat dari situasi hijau ke kuning sesuai Perkap No. 16 Tahun 2016. Dalmas Awal digantikan Dalmas Lanjut. Water canon dikerahkan untuk meredam kericuhan.
Saat massa bertindak anarkis dengan merusak fasilitas umum, status naik menjadi situasi merah. PHH Brimob diturunkan melalui tahapan lintas ganti langkah terakhir untuk mengendalikan massa agresif.Gas air mata ditembakkan setelah negosiasi gagal dan petugas Raimas menangkap sejumlah provokator.
Dalam skenario tersebut, satu orang dari massa demonstran digambarkan mengalami luka berat akibat terjatuh. Tim medis Polres Rohil sigap mengevakuasi korban ke ambulans sebagai bentuk kepatuhan Polri terhadap nilai kemanusiaan.
Setelah provokator utama diamankan, massa perlahan mundur. Situasi pun kembali kondusif dan aktivitas masyarakat dapat berjalan normal.
Simulasi ini melibatkan kekuatan besar, antara lain:
- Dalmas Awal: 43 personel
- Dalmas Lanjut: 25 personel
- PHH Brimob: 1 SSK
- Negosiator: 28 personel
- Tim Medis: 4 personel
- PAM Tertutup: 15 personel
- Massa: 60 personel
Usai kegiatan, Wakapolda Riau Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo menyampaikan apresiasinya.
“Simulasi ini bukan hal mudah, namun saudara-saudara telah menunjukkan dedikasi terbaik untuk negara dan keluarga. Polres Rohil luar biasa,” tegasnya.
Beliau menekankan bahwa latihan seperti ini adalah kehormatan, sekaligus bentuk kesiapan nyata menghadapi ancaman keamanan yang dinamis.
Simulasi Sispam Mako dan Sispam Kota ini menjadi upaya preventif dan responsif Polres Rokan Hilir dalam menghadapi gangguan keamanan, baik ancaman terhadap markas maupun aksi massa di wilayah kota.
Latihan mencakup seluruh tahapan pengamanan sesuai standar SOP, mulai dari deteksi dini, negosiasi, penggunaan Dalmas, pengerahan Brimob, hingga evakuasi korban. Semua prosedur dilakukan terukur, profesional, dan humanis.Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan terkendali.

Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya