Kapolda Riau Buka Latihan Pra Operasi Zebra Lancang Kuning 2025
Kapolda Riau Buka Latihan Pra Operasi Zebra Lancang Kuning 2025
Polda Riau resmi memulai rangkaian Latihan Pra Operasi (Lat Pra Ops) Zebra Lancang Kuning 2025 dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Kapolda Riau pada Jumat (14/11/2025) pukul 07.00 WIB. Acara pembukaan berlangsung di Aula Tribrata lantai 5 Polda Riau dan dihadiri Wakapolda Riau, Irwasda, serta seluruh Pejabat Utama Polda Riau.
Kegiatan pelatihan ini menghadirkan narasumber dari berbagai instansi, antara lain Rektor Universitas Islam Riau (UIR), perwakilan Dinas Perhubungan, Plt. Kadis PUPR, dan Kepala Kanwil Jasa Raharja Riau. Seluruh peserta merupakan personel yang akan terlibat dalam Operasi Zebra Lancang Kuning 2025.

Dalam sambutannya, Kapolda Riau menegaskan bahwa lalu lintas merupakan urat nadi kehidupan serta cermin budaya dan kedisiplinan suatu bangsa. Namun, ia menyoroti masih tingginya tingkat pelanggaran, kecelakaan, dan rendahnya kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

Kapolda menggambarkan bahwa persoalan lalu lintas memiliki kemiripan dengan persoalan kebakaran hutan yang kerap terjadi di Riau, yakni sama-sama bersumber dari perilaku manusia. "Kesimpulannya, kebakaran hutan disebabkan oleh aktivitas manusia. Sama dengan berlalu lintas. Kenapa kita masih melihat banyak yang tidak tertib?" ujarnya.
Ia menekankan bahwa Operasi Zebra bukan sekadar penegakan hukum, tetapi upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat. Ia mendorong personel untuk menciptakan momen dan pesan-pesan kuat agar masyarakat memahami pentingnya keselamatan berkendara. Edukasi melalui media sosial, kampanye ke sekolah-sekolah, dan pendekatan empatik disebut sebagai strategi krusial.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesiapan operasional personel melalui penyamaan persepsi terhadap rencana operasi, cara bertindak, dan sasaran yang ingin dicapai. Latihan juga memperkuat koordinasi lintas fungsi agar Operasi Zebra berlangsung efektif.

Materi latihan meliputi pembekalan dari akademisi UIR, sosialisasi kampanye lalu lintas, serta sistem pelaporan Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 dalam rangka Cipta Kondisi menjelang Operasi Lilin.

Dalam arahannya, Kapolda Riau menekankan perlunya lompatan strategi dalam menciptakan ketertiban lalu lintas. Ia mengajak seluruh jajaran untuk meningkatkan nilai kuantitatif (menekan angka pelanggaran) dan nilai kualitatif (meningkatkan kesadaran publik).

Kapolda juga menyoroti pentingnya Clash of Thinking atau pertentangan gagasan sebagai bagian dari inovasi kinerja. Ia memerintahkan pelatihan bagi operator 110 dan mendorong kerja sama lintas lembaga, termasuk rumah sakit dan pemadam kebakaran, untuk memperkuat sistem layanan darurat terpadu.
"Tiga pondasi utama pelayanan publik di kota modern adalah pemadam kebakaran, ambulans, dan polisi. Kita harus mendorong pemerintah untuk membuat Pelayanan Satu Atap untuk layanan darurat," tegasnya.

Kapolda menegaskan bahwa Operasi Zebra tahun ini harus membawa perubahan nyata. Ia memberikan empat penekanan utama: mempersiapkan diri dengan maksimal, memberdayakan seluruh komponen masyarakat dalam kerja kolaboratif, memperkuat pengawasan dan intelijen, serta mengedepankan sikap profesional dan narasi persuasi dalam setiap interaksi dengan masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa, penyerahan bibit pohon kepada para narasumber sebagai simbol gerakan budaya berlalu lintas yang berkelanjutan, dan sesi foto bersama.

Pada pukul 08.35 WIB, Kapolda Riau secara resmi membuka Latihan Pra Operasi Zebra Lancang Kuning 2025 Seluruh kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya