Wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian alam kembali diperlihatkan oleh jajaran Polres Kepulauan Meranti. Bersama Gerakan Pramuka, mereka berkolaborasi menanam ratusan bibit mangrove di kawasan Pantai Parit Besar, Desa Kedaburapat, Kecamatan Rangsang Pesisir, Jumat (31/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi program “Green Policing”—gerakan kepolisian hijau yang mengedepankan tanggung jawab lingkungan dalam setiap langkah pengabdian.


Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi menjelaskan bahwa konsep Green Policing merupakan langkah strategis dan humanis Polri dalam menjaga ketertiban sosial sekaligus memastikan keberlanjutan ekosistem hidup.


“Konsep Green Policing ini menjadi bentuk nyata kepedulian Polri terhadap kelestarian lingkungan. Kami ingin menanamkan kesadaran sejak dini kepada generasi muda agar peduli terhadap lingkungan sekitar,” ujar AKBP Aldi dalam keterangannya, Sabtu (1/11/2025).


Lebih lanjut, Kapolres Meranti menyebutkan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari program Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan yang berfokus pada pemolisian adaptif terhadap tantangan zaman, seperti krisis lingkungan, perubahan iklim, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Melalui Green Policing, Polri ingin hadir tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak kepedulian lingkungan. Menjaga alam adalah tanggung jawab bersama,” imbuhnya.


Penanaman mangrove ini dipimpin oleh Wakapolsek Rangsang Ipda Dongan M. Manalu, bersama personel Bhabinkamtibmas serta pelajar Pramuka dari MTs Raudatut Thalibin Desa Kedaburapat. Mereka dengan semangat menanam bibit mangrove di sepanjang garis pantai, yang selama ini rawan abrasi akibat gelombang laut.


“Melalui kegiatan Green Policing ini, kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Menjaga alam adalah bagian dari menjaga masa depan,” ujar Ipda Dongan.


Mengusung tema “Peduli Lingkungan dari Rumah dan Sekolah”, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga diisi dengan sosialisasi edukatif tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup, pemberian bibit pohon, serta pembelajaran sederhana mengenai pengelolaan sampah rumah tangga.


“Kami memberikan edukasi sederhana tentang cara menjaga kebersihan, mengelola sampah dari rumah, hingga menanam pohon sebagai bagian dari gaya hidup ramah lingkungan. Penanaman mangrove ini juga penting untuk mencegah abrasi pantai,” tambah Dongan.


Kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah dan masyarakat sekitar. Para pelajar Pramuka tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, mulai dari sosialisasi hingga penanaman mangrove di tepi pantai.


Sinergi antara Polres Kepulauan Meranti dan Gerakan Pramuka ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari langkah kecil, namun berdampak besar bagi kelestarian bumi. Melalui gerakan Green Policing, Polri terus meneguhkan komitmennya untuk menjaga keamanan yang berkelanjutan—bukan hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam yang menjadi rumah bersama.


Kategori: Informasi Berkala

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya