Kapolda Riau Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Saat Sholat Jumat Keliling di Masjid Al-Muttaqin
Kapolda Riau Ajak Masyarakat Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Saat Sholat Jumat Keliling di Masjid Al-Muttaqin

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau melaksanakan kegiatan Sholat Jumat Keliling bersama jajaran pejabat utama (PJU) Polda Riau di Masjid Paripurna Al-Muttaqin, Jalan Indra Pahlawan Nomor 1, Kecamatan Lima Puluh, Kota Pekanbaru, Jumat (6/11/2026) sekitar pukul 11.55 WIB. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Riau mempererat silaturahmi, membangun kedekatan, serta memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Kapolda Riau, Irwasda Polda Riau, Dir Lantas Polda Riau, Wadir Pamobvit Polda Riau, Kabid TIK Polda Riau, serta Waka SPN Polda Riau. Turut hadir Kapolsek Lima Puluh AKP Ardi Surya Kusuma, S.T.K., S.I.K., Ketua Masjid Al-Muttaqin Ustad Denni Angke Supriandi, S.Hi., M.Pd., Plt. Lurah Sekip Hendri Alillah, S.T., M.T., para ketua RT, tokoh masyarakat, ketua pemuda, serta jamaah Masjid Al-Muttaqin.

Usai pelaksanaan Sholat Jumat, Kapolda Riau menyampaikan pesan dan imbauan kepada para jamaah mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Ia mengutip pesan yang diperolehnya dari khotbah Jumat, sekaligus mengingatkan nasihat orang tuanya, yakni agar manusia menjalani kehidupan dan berusaha seolah-olah akan hidup selama 80 tahun, tetapi beribadah seolah-olah esok hari akan meninggal dunia.

Menurutnya, pesan tersebut mengandung makna mendalam bahwa setiap manusia harus senantiasa bekerja, berusaha, dan memberikan manfaat bagi sesama, tanpa melupakan kewajiban kepada Allah SWT. Sebab, kematian tidak mengenal usia, jabatan, maupun status sosial, sehingga setiap orang harus senantiasa mempersiapkan diri dengan memperbanyak amal kebaikan.

Dalam kesempatan itu, Kapolda Riau menegaskan bahwa kegiatan Sholat Jumat Keliling bukan sekadar agenda ibadah, melainkan juga menjadi sarana membangun ukhuwah Islamiyah dan mempererat hubungan hablum minannas antara Polri dengan masyarakat.

Ia menekankan bahwa slogan “Polisi Bersama Masyarakat” harus diwujudkan dalam tindakan nyata oleh setiap anggota Polri. Menurutnya, polisi harus selalu hadir di tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta menciptakan rasa aman, bukan justru menjauhkan diri dari masyarakat atau menggunakan kewenangan untuk kepentingan pribadi.

Kapolda juga mengingatkan bahwa seragam dan jabatan kepolisian merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui pengabdian dan perbuatan yang bermanfaat. Oleh karena itu, seluruh personel Polri diharapkan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, mengedepankan sikap humanis, serta menjadikan pelayanan sebagai prioritas utama dalam pelaksanaan tugas.

Lebih lanjut, Kapolda Riau menjelaskan bahwa terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab Polri, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Para ulama, ustaz, tokoh agama, dan tokoh masyarakat memiliki peran penting dalam mengajak umat menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, serta menaati norma dan aturan yang berlaku. Sementara itu, Polri hadir untuk melindungi masyarakat dan melakukan penegakan hukum terhadap setiap pelanggaran yang mengganggu ketertiban umum.

Dalam upaya menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Kapolda mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan masing-masing, memelihara kerukunan, serta tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong atau hoaks yang beredar di media sosial. Ia mengingatkan bahwa informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, menimbulkan keresahan, bahkan merusak persatuan dan keharmonisan yang telah terbangun di tengah masyarakat.

Kapolda menegaskan bahwa pendekatan kepolisian tidak semata-mata mengedepankan penindakan, tetapi juga mengutamakan langkah pencegahan, edukasi, pembinaan, dan pendekatan persuasif. Namun, apabila imbauan telah diberikan dan masih ditemukan pelanggaran hukum, Polri akan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Ia juga mengingatkan seluruh personel agar senantiasa menyadari hakikat tugas kepolisian sebagai pejuang kemanusiaan sekaligus pembangun peradaban. Kehadiran polisi diharapkan mampu menjaga kehidupan masyarakat agar dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, nyaman, tenteram, dan damai.

Pada kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengunjungi masjid-masjid di berbagai wilayah, termasuk masjid yang berada di lingkungan permukiman masyarakat dan belum banyak mendapat kunjungan pejabat. Menurutnya, kedekatan dengan masyarakat harus dibangun melalui pertemuan dan komunikasi secara langsung, bukan hanya melalui kegiatan formal atau seremonial.

Sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan, dalam kegiatan tersebut Kapolda Riau turut menyerahkan bantuan Al-Qur'an kepada pengurus Masjid Al-Muttaqin. Bantuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh pengurus dan jamaah untuk meningkatkan kegiatan ibadah serta pembinaan keagamaan. Kapolda juga mengajak masyarakat untuk terus memakmurkan masjid sebagai pusat pembinaan umat, mempererat persaudaraan, dan menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain menyampaikan pesan tentang kerukunan dan kehidupan beragama, Kapolda Riau memberikan perhatian khusus terhadap persoalan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Ia menegaskan bahwa narkoba merupakan musuh bersama yang dapat merusak generasi muda, menghancurkan masa depan keluarga, serta mengancam keberlangsungan kehidupan sosial masyarakat. Karena itu, diperlukan peran aktif seluruh elemen masyarakat untuk membantu kepolisian dalam mencegah dan memberantas peredaran narkoba di Provinsi Riau.

Kapolda juga menegaskan tidak ada toleransi terhadap anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan maupun peredaran gelap narkoba. Setiap personel yang terbukti melakukan pelanggaran akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku, termasuk sanksi pemberhentian tidak dengan hormat apabila memenuhi ketentuan. Penegasan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Riau dalam menjaga integritas, profesionalisme, dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

Di hadapan para jamaah, Kapolda turut mengingatkan bahwa kritik dan masukan masyarakat harus dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan kepolisian. Ia menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk anggota Polri. Oleh sebab itu, diperlukan kemauan untuk saling mengingatkan, melakukan introspeksi, dan terus memperbaiki diri demi mewujudkan institusi kepolisian yang semakin baik dan dipercaya masyarakat.

Menutup penyampaiannya, Kapolda Riau mengajak seluruh jamaah untuk memulai ketertiban dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat. Ia mengingatkan pentingnya menjadi polisi bagi diri sendiri, yakni mampu mengendalikan perilaku, menaati aturan, menjaga keluarga, serta menghindari segala bentuk perbuatan yang bertentangan dengan hukum.

Melalui kegiatan Sholat Jumat Keliling ini, Polda Riau berharap terbangun hubungan yang semakin dekat, harmonis, dan penuh kepercayaan antara Polri dengan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi kekuatan bersama dalam menjaga persatuan, mencegah berbagai potensi gangguan keamanan, serta mewujudkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah Provinsi Riau.

Kegiatan berlangsung dengan penuh keakraban dan kekeluargaan. Selama seluruh rangkaian kegiatan, situasi terpantau aman, tertib, dan terkendali. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya