Kapolda Riau Tekankan Disiplin, Integritas, dan Pelayanan Humanis dalam Apel Pagi Jam Pimpinan
Kapolda Riau Tekankan Disiplin, Integritas, dan Pelayanan Humanis dalam Apel Pagi Jam Pimpinan

Kapolda Riau menegaskan pentingnya kedisiplinan, integritas, serta komitmen seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin Apel Pagi Jam Pimpinan di Lapangan Apel Mapolda Riau, Senin (2/11/2026) pukul 08.00 WIB.

Apel tersebut dihadiri Wakapolda Riau, Irwasda Polda Riau, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pimpinan untuk memberikan arahan sekaligus memperkuat komitmen seluruh personel dalam meningkatkan profesionalisme dan kualitas pelaksanaan tugas kepolisian.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau mengajak seluruh personel untuk menjadikan hari yang baru sebagai kesempatan memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja. Ia mengingatkan agar setiap anggota tidak terpaku pada kekurangan di masa lalu, tetapi menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk memberikan pengabdian yang lebih baik kepada masyarakat.

Salah satu hal utama yang menjadi perhatian Kapolda adalah kedisiplinan dan etika dalam kehidupan organisasi. Menurutnya, disiplin tidak hanya diwujudkan melalui kepatuhan terhadap aturan kedinasan, tetapi juga tercermin dari sikap tampang, perilaku, cara berkomunikasi, serta hubungan dengan pimpinan, senior, rekan kerja, maupun masyarakat.

Kapolda juga menekankan pentingnya membangun budaya saling menghormati di lingkungan organisasi. Rasa hormat kepada pimpinan dan senior harus tumbuh dari kesadaran serta ketulusan, bukan karena keterpaksaan. Sebaliknya, pejabat yang memiliki kewenangan juga harus mampu menunjukkan keteladanan, menghindari arogansi, serta menghargai setiap upaya dan kontribusi anggota di bawahnya.

Selain disiplin internal, Kapolda Riau turut mengingatkan jajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan cuaca dan potensi banjir. Memasuki musim penghujan, personel diminta melakukan langkah antisipasi terhadap wilayah-wilayah rawan genangan, khususnya di Kota Pekanbaru dan sejumlah daerah di Provinsi Riau yang memiliki potensi terdampak banjir.

Personel yang bertugas memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat diminta memastikan aktivitas warga tidak terganggu akibat kondisi cuaca. Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan mempersiapkan perlengkapan pribadi, seperti jas hujan, terutama bagi anggota yang menggunakan kendaraan roda dua saat bertugas maupun berangkat ke kantor. Kelengkapan administrasi kendaraan dan perlengkapan perorangan juga harus menjadi perhatian untuk mencegah terjadinya pelanggaran.

Dalam arahannya, Kapolda Riau juga memberikan penekanan khusus terhadap upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran narkotika di lingkungan Polri. Ia menegaskan tidak akan memberikan toleransi kepada anggota yang terbukti terlibat, baik sebagai pengguna maupun pengedar narkotika.

Kapolda menyampaikan bahwa personel yang terbukti menggunakan narkotika akan dikenakan sanksi tegas berupa demosi selama tiga tahun, sedangkan bagi anggota yang terlibat sebagai pengedar dapat dipertimbangkan pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Penegakan disiplin tersebut merupakan bentuk komitmen institusi untuk menjaga integritas dan memastikan tidak ada anggota yang justru terlibat dalam tindakan yang bertentangan dengan upaya pemberantasan narkoba.

Selain penindakan, Kapolda juga mengarahkan agar dilakukan pembinaan secara intensif terhadap anggota yang melakukan pelanggaran, termasuk melalui pengawasan khusus dan program pembinaan di lingkungan Satuan Brimob. Langkah ini diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus mencegah terulangnya pelanggaran serupa.

Tidak hanya itu, Kapolda Riau turut menegaskan kebijakan larangan penggunaan vape atau rokok elektrik di lingkungan Mapolda Riau dan jajaran Polres. Kebijakan tersebut berlaku bagi seluruh personel maupun masyarakat yang berkunjung ke lingkungan kantor kepolisian. Ia meminta jajaran Propam melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya serta memastikan seluruh personel mematuhi ketentuan tersebut.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan seluruh anggota agar senantiasa memahami hakikat tugas kepolisian sebagai pejuang kemanusiaan. Menurutnya, kehadiran Polri harus benar-benar memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, bukan justru menjadi sumber kesulitan ataupun ketidaknyamanan bagi warga.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya harus menjadi pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Semangat Polisi Bersama Masyarakat harus diwujudkan melalui perubahan pola pikir, sikap, dan perilaku personel agar semakin humanis, responsif, serta mampu membangun kepercayaan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga mengingatkan seluruh personel untuk bijak menggunakan media sosial. Setiap anggota diminta berhati-hati dalam mengunggah maupun memberikan komentar di ruang digital, karena aktivitas di media sosial dapat berdampak terhadap citra pribadi, keluarga, maupun institusi Polri. Personel juga diharapkan menjaga etika bermedia sosial serta menunjukkan sikap yang bertanggung jawab dalam menyikapi berbagai informasi dan kebijakan pemerintah.

Menutup arahannya, Kapolda Riau meminta seluruh jajaran, baik di tingkat Polda maupun Polres, untuk memperhatikan dan melaksanakan setiap penekanan yang telah disampaikan. Ia berharap seluruh personel mampu melakukan pembenahan internal, meningkatkan kedisiplinan, menjaga integritas, serta mengedepankan kepentingan masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

Melalui Apel Pagi Jam Pimpinan ini, Polda Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat profesionalisme dan kualitas sumber daya manusia Polri. Dengan disiplin yang kuat, integritas yang terjaga, serta pelayanan yang humanis, diharapkan kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian terus meningkat. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya