Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Komitmen Lanjutkan Green Policing dan Program Unggulan Polda Riau
Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat Komitmen Lanjutkan Green Policing dan Program Unggulan Polda Riau

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat, S.I.K., M.Si., berkomitmen melanjutkan dan meningkatkan program-program unggulan Polda Riau yang telah dirintis oleh kepemimpinan sebelumnya, khususnya Green Policing dan program pelayanan masyarakat di wilayah pesisir. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Laporan Kesatuan (Lapsat) Kapolda Riau yang berlangsung di 91 Media Center Bidang Humas Polda Riau, Minggu (11/10/2026) pagi.

Kegiatan tersebut dihadiri Kabaharkam Polri Komjen Pol Dr. Herry Herjawan, S.I.K., M.H., M.Hum., Wakapolda Riau, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau, Irwasda Polda Riau, para pejabat utama Polda Riau, serta seluruh Kapolres dan Kapolresta jajaran.

Dalam arahannya, Kabaharkam Polri Komjen Pol Herry Herjawan memaparkan kondisi kesatuan Polda Riau yang meliputi situasi wilayah, sumber daya manusia, anggaran, sarana dan prasarana, perkembangan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), hingga berbagai program inovasi yang telah dilaksanakan.

Paparan tersebut menjadi bagian penting dalam proses serah terima jabatan Kapolda Riau, sekaligus memberikan gambaran menyeluruh mengenai capaian, tantangan, dan program prioritas yang perlu dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya.

Salah satu perhatian utama dalam paparan tersebut adalah penguatan Green Policing sebagai pendekatan pemolisian yang mengintegrasikan pemeliharaan keamanan dengan perlindungan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Program ini dilaksanakan melalui berbagai kegiatan, mulai dari pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), penanganan kejahatan lingkungan, penanaman pohon, hingga peningkatan kesadaran ekologis masyarakat.

Dalam program CERAH (Cegah Karhutla dan Hijaukan), Polda Riau mencatat penanaman sebanyak 339.758 pohon dan menargetkan penanaman satu juta pohon pada 2026. Upaya tersebut diperkuat melalui pemanfaatan Dashboard Lancang Kuning dan Dashboard Green Policing untuk mendukung pemantauan titik panas, verifikasi kondisi lapangan, serta penentuan prioritas penanganan karhutla.

Selain perlindungan lingkungan, paparan juga menyoroti tantangan keterbatasan personel, kebutuhan sarana dan prasarana operasional, pemberantasan peredaran narkoba, peningkatan keselamatan berlalu lintas, serta penguatan pelayanan publik. Berbagai tantangan tersebut membutuhkan pengelolaan sumber daya yang efektif, penegakan hukum yang profesional, dan koordinasi lintas sektor.

Usai menerima memori serah terima jabatan, Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan tidak boleh menjadi alasan terhentinya program-program positif yang telah memberikan manfaat bagi organisasi dan masyarakat.

Ia menyampaikan komitmennya untuk mempertahankan, mengawasi, mengevaluasi, dan meningkatkan berbagai program yang telah dirintis sebelumnya. Menurutnya, keberlanjutan program merupakan wujud komitmen terhadap organisasi, bukan semata-mata bentuk loyalitas kepada individu pimpinan.

“Yang terpenting saat ini adalah melaksanakan, melanjutkan, mempertahankan, serta terus mengawasi dan mengendalikan program-program yang telah dirintis,” demikian penegasan Kapolda Riau dalam sambutannya.

Arman menilai Green Policing merupakan salah satu program strategis yang relevan dengan karakteristik wilayah Riau, terutama dalam menjawab persoalan lingkungan dan membangun kepedulian masyarakat terhadap kelestarian alam. Ia juga menyoroti program JALUR yang mengintegrasikan pelayanan kepolisian, kesehatan, dan pembinaan masyarakat untuk menjangkau wilayah pesisir serta daerah yang sulit diakses.

Menurutnya, keberhasilan program kepolisian tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Karena itu, setiap program harus disertai perencanaan, penanggung jawab yang jelas, pengawasan, evaluasi, serta tindak lanjut yang terukur.

Kapolda Riau juga menekankan pentingnya integritas, komitmen, dan profesionalisme dalam pelaksanaan tugas. Ia meminta seluruh pejabat utama dan Kapolres jajaran memastikan program yang telah berjalan tetap dilaksanakan dengan baik, sementara program yang belum terlaksana segera dipersiapkan dan ditindaklanjuti.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab kemanusiaan dalam memberikan perlindungan, pelayanan, mitigasi bencana, serta membangun hubungan yang kuat dengan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa pelayanan kepolisian harus diberikan secara responsif, profesional, dan berkeadilan tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi sosial masyarakat. Kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata, komunikasi yang terbuka, dan penyelesaian persoalan secara bertanggung jawab.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau juga mendorong penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, BNNP, tokoh agama, tokoh adat, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menjawab berbagai persoalan di Riau, mulai dari peredaran narkoba, karhutla, kejahatan lingkungan, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan Lapsat ditandai dengan penandatanganan memori serah terima jabatan Kapolda Riau dan penyerahan dokumen memori serah terima jabatan oleh Kabaharkam Polri kepada Kapolda Riau, dilanjutkan dengan sambutan Kapolda Riau, doa, dan penutup.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya