Gagal Panen Jagung akibat Kekeringan, Petani Pasir Ringgit Beralih ke Ubi untuk Jaga Ketahanan Pangan
Gagal Panen Jagung akibat Kekeringan, Petani Pasir Ringgit Beralih ke Ubi untuk Jaga Ketahanan Pangan

Kondisi cuaca ekstrem dan minimnya curah hujan menjadi tantangan tersendiri bagi sektor pertanian. Di Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu, petani yang sebelumnya mengembangkan tanaman jagung pipil dalam Program Ketahanan Pangan harus melakukan langkah adaptif setelah tanaman mengalami gagal panen akibat kekeringan berkepanjangan.

Kondisi tersebut diketahui dalam kegiatan monitoring ketahanan pangan yang dilaksanakan jajaran Polsek Lirik pada Selasa, 29 September 2026, sekitar pukul 13.32 WIB. Monitoring dilakukan terhadap lahan pertanian seluas kurang lebih 1 hektare yang berada di Desa Pasir Ringgit, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu.

Kegiatan monitoring dilakukan untuk mengetahui perkembangan program ketahanan pangan sekaligus melihat secara langsung kondisi lahan yang sebelumnya dimanfaatkan untuk budidaya jagung pipil kuartal II. Berdasarkan hasil pengecekan, tanaman jagung mengalami gagal panen karena tidak adanya hujan selama kurang lebih dua bulan di wilayah Desa Pasir Ringgit.

Kekeringan ekstrem menyebabkan ketersediaan air di areal perkebunan sangat terbatas. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman sehingga hasil budidaya jagung pipil tidak dapat dipanen sebagaimana yang diharapkan. Sebagai bentuk adaptasi, petani kemudian mengganti tanaman jagung dengan tanaman ubi yang dinilai lebih memungkinkan untuk dikembangkan sesuai kondisi lahan.

Kapolres Indragiri Hulu AKBP JOHN LOUIS LETEDARA, S.I.K. melalui Ps. Kasi Humas Polres Inhu IPDA Ade Asnal, S.H. menyampaikan bahwa monitoring terhadap lahan ketahanan pangan merupakan bagian dari upaya Polri untuk memastikan program pemerintah tetap berjalan sekaligus mengetahui berbagai kendala yang dihadapi masyarakat di lapangan.

“Program ketahanan pangan membutuhkan proses pendampingan dan monitoring secara berkelanjutan. Kondisi alam tentu menjadi salah satu faktor yang tidak dapat diprediksi. Ketika petani menghadapi kekeringan dan tanaman jagung mengalami gagal panen, langkah adaptasi dengan mengganti komoditas menjadi tanaman ubi merupakan bentuk ikhtiar agar lahan tetap produktif,” ujar IPDA Ade Asnal.

Menurutnya, kegagalan panen bukan berarti upaya mewujudkan ketahanan pangan harus berhenti. Justru kondisi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi seluruh pihak untuk menentukan pola tanam yang lebih sesuai dengan kondisi lingkungan dan ketersediaan sumber air.

Lahan yang menjadi lokasi monitoring memiliki luas sekitar 1 hektare dengan titik koordinat 0.33497585S 102.34000634E. Dari hasil pemantauan, kendala utama yang dihadapi petani adalah tidak tersedianya air akibat tidak adanya hujan dalam kurun waktu kurang lebih dua bulan. Kekeringan ekstrem tersebut membuat kondisi lahan tidak mendukung pertumbuhan tanaman jagung secara optimal.

IPDA Ade Asnal menambahkan bahwa ketahanan pangan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, petani, serta berbagai pihak terkait. Monitoring yang dilakukan Bhabinkamtibmas dan jajaran Polsek menjadi salah satu bentuk kehadiran Polri dalam mengetahui kondisi nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus memberikan dukungan moral agar petani tetap produktif.

“Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat tetap berupaya memanfaatkan lahan yang tersedia. Pergantian tanaman dari jagung ke ubi menunjukkan adanya semangat untuk beradaptasi dan menjaga lahan tetap produktif. Kami berharap komoditas yang baru ditanam dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil bagi masyarakat,” tambahnya.

Peralihan komoditas tersebut juga menjadi gambaran bahwa pelaksanaan program ketahanan pangan di tingkat desa harus memperhatikan kondisi lingkungan setempat. Faktor cuaca, ketersediaan air, karakteristik tanah, serta kemampuan petani dalam mengelola tanaman menjadi bagian penting yang perlu diperhitungkan agar program dapat berjalan secara berkelanjutan.

Polsek Lirik akan terus melakukan monitoring terhadap perkembangan lahan tersebut, termasuk melihat pertumbuhan tanaman ubi yang kini menggantikan tanaman jagung pipil. Pendampingan diharapkan dapat membantu menjaga semangat petani sekaligus memastikan lahan pertanian tetap dimanfaatkan secara produktif.

Kegiatan monitoring yang dilaksanakan pada Selasa siang tersebut berlangsung dengan aman dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan yang dapat menghambat pelaksanaan kegiatan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

Melalui monitoring secara berkala, Polres Indragiri Hulu menunjukkan komitmennya untuk terus mendukung program ketahanan pangan sekaligus merespons berbagai tantangan yang dihadapi petani. Kekeringan ekstrem memang menjadi kendala, namun semangat untuk tetap mengolah lahan dan mengganti komoditas menjadi ubi menjadi langkah positif dalam menjaga produktivitas pertanian.

Dengan sinergi dan pendampingan yang berkelanjutan, lahan seluas 1 hektare di Desa Pasir Ringgit diharapkan kembali memberikan hasil yang bermanfaat bagi masyarakat. Upaya tersebut menjadi bagian dari semangat bersama untuk membangun ketahanan pangan yang adaptif, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Indragiri Hulu.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya