Kapolda Riau Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Tekankan Pencegahan Karhutla dan Disiplin Personel
Kapolda Riau Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat Pengabdian, Tekankan Pencegahan Karhutla dan Disiplin Personel

Kapolda Riau memimpin upacara laporan kenaikan pangkat pengabdian personel Polda Riau periode 1 September 2026 di Lapangan Apel Polda Riau, Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.

Upacara tersebut dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau serta personel Polda Riau. Sebanyak lima personel menerima kenaikan pangkat pengabdian sebagai bentuk penghargaan institusi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian selama menjalankan tugas.

Kelima personel tersebut terdiri atas satu personel yang naik pangkat dari Kompol menjadi AKBP, tiga personel dari AKP menjadi Kompol, serta satu personel dari Iptu menjadi AKP.

Personel yang menerima kenaikan pangkat dari Kompol menjadi AKBP adalah Supriyana, S.H., yang menjabat Auditor 1 Itbid Itwasda Polda Riau. Sementara itu, tiga personel yang naik pangkat dari AKP menjadi Kompol yakni Gustiannery, Kanit Samapta Polsek Dumai Barat Polres Dumai; Juraidi, Kanit Samapta Polsek Rengat Barat Polres Indragiri Hulu; serta Sahdin Damanik, Kasatbinmas Polres Rokan Hilir.

Adapun personel yang naik pangkat dari Iptu menjadi AKP adalah Sukam, Ps. Kasubsipalang Silog Satbrimob Polda Riau.

Dalam amanatnya, Kapolda Riau menyampaikan ucapan selamat kepada kelima personel yang menerima kenaikan pangkat pengabdian. Menurutnya, kenaikan pangkat tersebut bukan sekadar perubahan pangkat, tetapi merupakan bentuk penghargaan institusi atas pengabdian, dedikasi, loyalitas, dan pengorbanan personel selama bertugas.

"Jadikan kenaikan pangkat ini sebagai penghargaan sekaligus motivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara," pesan Kapolda Riau.

Selain memberikan penghargaan kepada personel, Kapolda Riau turut menyoroti situasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Ia menyebut luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 2 September 2026 mencapai sekitar 16.545 hektare.

Kapolda mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran serta sinergi dengan berbagai pihak dalam melakukan pemadaman, pencegahan, dan mitigasi karhutla. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui penyiapan embung, sekat kanal, pemantauan cadangan air, patroli, edukasi masyarakat, serta langkah-langkah pencegahan lainnya.

Ia meminta seluruh jajaran tidak lengah menghadapi potensi karhutla, terutama pada periode yang dinilai rawan akibat fenomena El Nino. Setiap titik panas, kata dia, harus segera diverifikasi agar potensi kebakaran dapat ditangani sedini mungkin.

Kapolda juga kembali menegaskan konsep Green Police sebagai salah satu pendekatan yang terus dikembangkan Polda Riau dalam menghadapi persoalan lingkungan. Pendekatan tersebut tidak hanya berorientasi pada penanaman pohon, tetapi mencakup upaya preventif, restoratif, dan represif yang dilakukan secara seimbang.

"Green Police bukan hanya tentang menanam pohon. Green Police bukan hanya tentang mengajak masyarakat mencintai lingkungan," tegasnya.

Menurut Kapolda, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari budaya dan pola pikir seluruh personel. Ia juga mendorong jajaran untuk terus melakukan penanaman pohon sebagai bentuk investasi bagi generasi mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Riau turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari pemerintah daerah, TNI, tenaga kesehatan, BPBD, BMKG, relawan, perusahaan, masyarakat, hingga personel Polri.

Ia secara khusus memberikan apresiasi kepada personel Satuan Brimob Polda Riau yang berjibaku melakukan pemadaman di sejumlah wilayah terdampak. Kapolda mengingatkan bahwa penanganan karhutla di lahan gambut membutuhkan kewaspadaan berkelanjutan karena bara api di bawah permukaan dapat kembali memicu kebakaran.

Kapolda juga menyampaikan bahwa penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana lingkungan terus dilakukan. Ia menyebut terdapat 43 tersangka dari 39 perkara terkait karhutla di seluruh Indonesia, dengan Riau menjadi salah satu daerah yang melakukan penanganan perkara secara signifikan.

Di akhir amanatnya, Kapolda Riau menekankan pentingnya menjaga disiplin dan nama baik institusi. Ia secara tegas mengingatkan seluruh personel agar tidak terlibat penyalahgunaan narkoba.

"Jangan gunakan narkoba. Kalau masih ada anggota yang mencoba-coba menggunakan narkoba, saya tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan dan disiplin institusi," tegasnya.

Kapolda menilai satu pelanggaran yang dilakukan personel dapat mencoreng kerja keras ribuan anggota Polri yang telah menjalankan tugas dengan penuh pengorbanan.

Ia mengajak seluruh personel untuk terus menjaga semangat pengabdian, menjaga lingkungan, menjaga nama baik institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Rangkaian upacara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa dan laporan komandan upacara. Kegiatan berakhir dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya