Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, Polda Riau Dorong Pemulihan Pesisir dan Penanaman 500 Hektare Mangrove
Ekspedisi Merah Putih Presisi Jangkau Kuala Selat, Polda Riau Dorong Pemulihan Pesisir dan Penanaman 500 Hektare Mangrove

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau kembali menjangkau wilayah pesisir. Kali ini, rombongan menyambangi Desa Kuala Selat, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu (15/8/2026), membawa misi kemanusiaan sekaligus pemulihan lingkungan di kawasan yang terdampak abrasi.

Kegiatan tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Wamen PPA/TPPO Veronica Tan, Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, Bupati Indragiri Hilir Herman, Founder Tumbuh Institute Rocky Gerung, Sosiolog Robertus Robet, serta sejumlah pejabat dan tokoh lainnya. Kedatangan rombongan disambut Forkopimda, masyarakat dan para pelajar setempat.

Kuala Selat menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian Ekspedisi Merah Putih Presisi. Kawasan tersebut menghadapi persoalan abrasi yang cukup serius. Sekitar 1.700 hektare kebun masyarakat tercatat terdampak abrasi pada 2021.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyerahkan bantuan sembako Ekspedisi Merah Putih Presisi, bantuan ketinting serta matching grants kepada 13 kelompok masyarakat dampingan PPIU M4CR Riau. Kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen menjaga pesisir Riau dan penanaman mangrove.

Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan, Ekspedisi Merah Putih Presisi merupakan ikhtiar untuk menghadirkan negara hingga ke wilayah pesisir sekaligus merespons persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Kita ingin masyarakat yang berada jauh di pesisir juga merasakan kehadiran negara. Kita datang membawa kepedulian sekaligus bergerak bersama mencari solusi,” kata Herry.

Menurut Herry, abrasi tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga menyangkut ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat pesisir.

“Ketika pesisir tergerus, yang kita pertaruhkan bukan hanya tanah. Ada kebun masyarakat, sumber penghidupan dan masa depan generasi berikutnya. Menjaga mangrove berarti menjaga masyarakat yang hidup di belakangnya,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut upaya pemulihan lingkungan di Kuala Selat sejalan dengan semangat Ekspedisi Merah Putih Presisi yang didorong Kapolri.

Ia menegaskan komitmennya untuk mendorong rehabilitasi mangrove dalam skala besar. Pemerintah menargetkan penanaman mangrove seluas 500 hektare di kawasan terdampak abrasi, dengan peluang diperluas hingga 1.000 hektare.

“Saya berkomitmen untuk ikut memastikan penanaman mangrove 500 hektare di tempat yang terabrasi. Mudah-mudahan bisa terpenuhi 1.000 hektare untuk ditanam di wilayah ini sebagai bagian dari pemulihan lingkungan sekaligus pemulihan sosial ekonomi,” ujar Jumhur.

Menurutnya, program pemulihan tersebut tidak berhenti pada penanaman mangrove, tetapi juga mencakup pembibitan dan pemeliharaan selama tiga tahun. Skema itu diharapkan membuka lapangan kerja hijau atau green jobs bagi masyarakat sekitar.

“Jadi bukan sekadar menanam lalu ditinggalkan. Mulai dari pembibitan, penanaman sampai pemeliharaan itu teranggarkan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan honor untuk pemeliharaan selama tiga tahun,” katanya.

Jumhur menambahkan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari gerakan Ekspedisi Merah Putih Presisi yang digagas Kapolda Riau di wilayah Indragiri Hilir.

“Ini tindak lanjut dari gerakan Ekspedisi Merah Putih yang dilakukan Kapolda di Riau, khususnya di Kabupaten Indragiri Hilir. Mudah-mudahan membawa manfaat dan berkah bagi kita semua,” pungkasnya.

Upaya menjangkau kawasan Kuala Selat bukan tanpa tantangan. Dari Mako Polsek Kateman menuju lokasi terdampak abrasi, rombongan harus menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer dengan waktu tempuh 45 hingga 60 menit menggunakan speedboat.

Kondisi geografis kawasan pesisir juga dipengaruhi pasang-surut air. Sementara itu, sejumlah titik pantai memiliki karakteristik lumpur dengan kedalaman mencapai lutut hingga paha.

Ekspedisi Merah Putih Presisi Polda Riau merupakan rangkaian kegiatan menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang menyasar wilayah pesisir, terluar dan kawasan dengan keterbatasan akses. Ekspedisi ini membawa misi kebangsaan, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan hingga ke berbagai pelosok Riau.

Di Kuala Selat, semangat tersebut diwujudkan melalui bantuan kepada masyarakat sekaligus komitmen pemulihan kawasan pesisir. Penanaman mangrove diharapkan menjadi benteng alami untuk menahan laju abrasi, sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari kawasan pesisir. 


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya