Polda Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Persatuan dan Komitmen Melayani Masyarakat
Polda Riau Gelar Doa Bersama Lintas Agama Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Persatuan dan Komitmen Melayani Masyarakat

Polda Riau menggelar Doa Bersama Lintas Agama dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di Aula Tribrata Lantai 5 Mapolda Riau, Selasa (30/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi momentum mempererat persatuan serta memperkuat komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pimpinan instansi vertikal, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta organisasi keagamaan di Provinsi Riau. Sejumlah pejabat hadir secara langsung maupun diwakili, di antaranya perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, Kejaksaan Tinggi Riau, Korem 031/Wira Bima, Lanud Roesmin Nurjadin, Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru, BNN Provinsi Riau, Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR), Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dan Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi).

Sambutan Kapolda Riau dibacakan oleh Wakapolda Riau karena Kapolda sedang mengikuti rangkaian persiapan Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Jakarta. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Hari Bhayangkara ke-80 merupakan refleksi atas perjalanan panjang pengabdian Polri kepada bangsa dan negara sekaligus momentum untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu juga disampaikan kabar membanggakan bahwa Polda Riau akan menerima Penghargaan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kinerja dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dari 36 Polda di Indonesia, hanya 10 Polda yang menerima penghargaan tersebut, sementara di wilayah Sumatera hanya Polda Riau dan Polda Lampung yang memperoleh penghormatan itu.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Polri menyadari keamanan yang berkelanjutan tidak hanya tercipta melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui kemitraan dan kepercayaan masyarakat. Oleh karena itu, Polda Riau berkomitmen untuk terus hadir membangun sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kejahatan siber, peredaran narkoba hingga persoalan lingkungan.

Kegiatan doa bersama lintas agama juga menjadi simbol kuatnya kerukunan di Provinsi Riau yang memiliki keberagaman suku, budaya, agama, dan adat istiadat. Perbedaan diyakini menjadi kekuatan untuk menjaga persaudaraan, kedamaian, serta persatuan di Bumi Lancang Kuning.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan Kapolda Riau yang dibacakan Wakapolda Riau, dilanjutkan ceramah kebangsaan bertema nasionalisme oleh pemuka agama Islam. Selanjutnya, doa dipimpin secara bergantian oleh perwakilan enam agama, yakni Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kontribusi para tokoh agama dalam menjaga kerukunan umat, Polda Riau menyerahkan plakat kepada tujuh pemuka agama dan penceramah yang hadir. Acara ditutup dengan sesi foto bersama penerima plakat serta unsur Forkopimda sebagai simbol kebersamaan dan sinergi dalam menjaga keamanan, persatuan, dan keharmonisan di Provinsi Riau.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya