Kapolda Riau Tekankan Sense of Crisis dan Penguatan Kepercayaan Publik dalam Apel Jam Pimpinan
Kapolda Riau Tekankan Sense of Crisis dan Penguatan Kepercayaan Publik dalam Apel Jam Pimpinan

 Kepolisian Daerah (Polda) Riau menggelar Apel Jam Pimpinan pada Rabu pagi, 22 April 2026, sekitar pukul 08.00 WIB di Lapangan Apel Mapolda Riau. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Riau dan dihadiri oleh Irwasda, para Pejabat Utama (PJU), serta seluruh personel Polda Riau.

Dalam arahannya, Kapolda Riau mengawali dengan mengajak seluruh peserta apel untuk memanjatkan puji syukur kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kesehatan dan kesempatan yang masih diberikan untuk menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolda kemudian menyampaikan sejumlah poin penting sebagai pedoman pelaksanaan tugas ke depan. Salah satu penekanan utama adalah tindak lanjut kebijakan Mabes Polri terkait penerapan work from home (WFH). Ia meminta agar kebijakan tersebut terus disosialisasikan secara menyeluruh hingga ke tingkat Polres dan Polsek guna memastikan implementasi berjalan optimal.

Lebih lanjut, Kapolda mengingatkan bahwa situasi global saat ini berada dalam kondisi penuh ketidakpastian, mulai dari konflik internasional, dinamika regional, hingga ancaman kejahatan lintas negara seperti narkotika dan potensi bencana alam seperti El Nino. Menurutnya, berbagai faktor tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan, termasuk di wilayah Provinsi Riau.

Menyikapi hal tersebut, Kapolda menekankan pentingnya setiap personel memiliki sense of crisis atau kepekaan terhadap situasi. Personel diminta untuk mampu membaca perkembangan dengan cepat dan tepat, berpikir adaptif, serta secara aktif melakukan simulasi dan langkah antisipatif yang berkelanjutan. Selain itu, penguatan deteksi dini terhadap gejala sosial di masyarakat juga menjadi kunci dalam mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam kesempatan itu, Kapolda juga menyoroti pentingnya menjaga soliditas internal dan membangun kepercayaan publik. Ia mengingatkan seluruh anggota untuk menghindari perilaku yang dapat memicu persepsi negatif, termasuk dalam penggunaan media sosial. Sikap sederhana dan empati terhadap kondisi masyarakat harus terus dikedepankan dalam setiap pelaksanaan tugas.

Tidak hanya itu, Kapolda mendorong optimalisasi pemolisian berbasis masyarakat melalui pendekatan preventif dan edukatif. Program seperti Green Policing diharapkan terus digencarkan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus investasi bagi masa depan generasi mendatang.

Terkait pemberantasan narkoba, Kapolda menegaskan tidak ada toleransi terhadap penyalahgunaan, baik di kalangan masyarakat maupun internal Polri. Penindakan tegas akan dilakukan tanpa pandang bulu. Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Direktorat Reserse Narkoba atas kinerja yang telah dicapai, sembari mendorong peningkatan upaya agar Provinsi Riau tidak lagi menjadi jalur peredaran narkotika.

Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh personel untuk memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan yang aman, bersih dari narkoba, serta mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau dalam keadaan aman dan terkendali, dengan seluruh rangkaian apel berjalan tertib dan lancar.


Kategori: Informasi Setiap Saat

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya