Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Antik Lancang Kuning 2026, Perkuat Strategi Perang Melawan Narkoba dan Kejahatan Modern
Polda Riau Buka Latihan Pra Operasi Antik Lancang Kuning 2026, Perkuat Strategi Perang Melawan Narkoba dan Kejahatan Modern

Kepolisian Daerah (Polda) Riau secara resmi membuka kegiatan Latihan Pra Operasi Antik Lancang Kuning 2026 dalam rangka meningkatkan kesiapan personel menghadapi ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang kian kompleks. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 09.00 WIB di Aula Tri Brata Lantai 5 Polda Riau, dan dihadiri oleh jajaran pimpinan serta peserta latihan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Riau, Irwasda Polda Riau, para Pejabat Utama (PJU) Polda Riau, serta seluruh peserta Latihan Pra Operasi Antik Lancang Kuning 2026. Kegiatan ini menjadi bagian penting dari langkah strategis kepolisian dalam memperkuat kapasitas operasional sebelum pelaksanaan operasi yang sesungguhnya.

Dalam arahannya, Wakapolda Riau menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh personel dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan yang semakin berkembang. Ia menyebutkan bahwa terdapat tiga ancaman utama yang saat ini menjadi perhatian pimpinan, yakni terorisme, penyalahgunaan narkoba, serta kejahatan yang berdampak luas terhadap kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, dinamika kejahatan saat ini telah mengalami perubahan signifikan. Tidak hanya terjadi secara konvensional di lapangan, tetapi juga merambah ke ruang digital yang sulit diprediksi. Penyebaran informasi hoaks, ujaran provokatif, dan konten yang bersifat hasutan di media sosial dinilai dapat dengan cepat memicu konflik sosial serta membentuk opini negatif terhadap institusi, termasuk anggapan bahwa aparat tidak bekerja secara maksimal.

Lebih lanjut, Wakapolda menegaskan bahwa era keterbukaan informasi dan kemajuan teknologi menuntut setiap personel Polri untuk mampu bersikap bijak, profesional, dan responsif dalam menjalankan tugas. Kemampuan adaptasi terhadap perkembangan zaman menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sorotan utama juga diberikan terhadap ancaman narkoba yang hingga kini masih menjadi persoalan serius. Peredaran gelap narkoba disebut sebagai kejahatan terorganisir yang terus berkembang dan mencari berbagai celah untuk menjalankan aksinya, termasuk dengan memanfaatkan oknum aparat. Oleh karena itu, Wakapolda menekankan pentingnya integritas dan pengawasan ketat dari setiap pimpinan terhadap anggotanya guna mencegah terjadinya penyimpangan.

“Ancaman narkoba tidak hanya merusak generasi muda, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas sosial secara luas. Dibutuhkan komitmen bersama, integritas tinggi, serta pengawasan yang berkelanjutan untuk menghadapinya,” tegasnya.

Mengakhiri arahannya, Wakapolda Riau secara resmi membuka Latihan Pra Operasi Antik Lancang Kuning 2026 sebagai bentuk kesiapan awal dalam menghadapi tantangan tugas ke depan. Ia berharap kegiatan latihan ini dapat meningkatkan kemampuan teknis, taktis, serta koordinasi antar personel dalam pelaksanaan operasi nantinya.

Secara keseluruhan, kegiatan pembukaan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti. Latihan ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi keberhasilan Operasi Antik Lancang Kuning 2026 dalam menekan angka peredaran narkoba di wilayah Riau serta menjaga situasi keamanan tetap kondusif. 


Kategori: Giat Operasi

Bagikan berita ini

Kembali ke Halaman Sebelumnya